Rabu, 09 November 2011

E-Learning


Pengertian E-Learning atau Pembelajaran elektronik

Sistem pembelajaran elektronik atau e-pembelajaran (Inggris: Electronic learning disingkat E-learning) adalah cara baru dalam proses belajar mengajar. E-learning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan e-learning, peserta ajar (learner atau murid) tidak perlu duduk dengan manis di ruang kelas untuk menyimak setiap ucapan dari seorang guru secara langsung. E-learning juga dapat mempersingkat jadwal target waktu pembelajaran, dan tentu saja menghemat biaya yang harus dikeluarkan oleh sebuah program studi atau program pendidikan.Sekilas perlu kita pahami ulang apa e-Learning itu sebenarnya. E-Learning adalah pembelajaran jarak jauh (distance Learning) yang memanfaatkan teknologi komputer, jaringan komputer dan/atau Internet. E-Learning memungkinkan pembelajar untuk belajar melalui komputer di tempat mereka masing-masing tanpa harus secara fisik pergi mengikuti pelajaran/perkuliahan di kelas. E-Learning sering pula dipahami sebagai suatu bentuk pembelajaran berbasis web yang bisa diakses dari intranet di jaringan lokal atau internet. Sebenarnya materi e-Learning tidak harus didistribusikan secara on-line baik melalui jaringan lokal maupun internet, distribusi secara off-line menggunakan media CD/DVD pun termasuk pola e-Learning. Dalam hal ini aplikasi dan materi belajar dikembangkan sesuai kebutuhan dan didistribusikan melalui media CD/DVD, selanjutnya pembelajar dapat memanfatkan CD/DVD tersebut dan belajar di tempat di mana dia berada.

Ada beberapa pengertian berkaitan dengan e-Learning sebagai berikut :

  • Pembelajaran jarak jauh.

E-Learning memungkinkan pembelajar untuk menimba ilmu tanpa harus secara fisik menghadiri kelas. Pembelajar bisa berada di Semarang, sementara “instruktur” dan pelajaran yang diikuti berada di tempat lain, di kota lain bahkan di negara lain. Interaksi bisa dijalankan secara on-line dan real-time ataupun secara off-line atau archieved.

Pembelajar belajar dari komputer di kantor ataupun di rumah dengan memanfaatkan koneksi jaringan lokal ataupun jaringan Internet ataupun menggunakan media CD/DVD yang telah disiapkan. Materi belajar dikelola oleh sebuah pusat penyedia materi di kampus/universitas, atau perusahaan penyedia content tertentu. Pembelajar bisa mengatur sendiri waktu belajar, dan tempat dari mana ia mengakses pelajaran.

  • Pembelajaran dengan perangkat komputer

E-Learning disampaikan dengan memanfaatkan perangkat komputer. Pada umumnya perangkat dilengkapi perangkat multimedia, dengan cd drive dan koneksi Internet ataupun Intranet lokal. Dengan memiliki komputer yang terkoneksi dengan intranet ataupun Internet, pembelajar dapat berpartisipasi dalam e-Learning. Jumlah pembelajar yang bisa ikut berpartisipasi tidak dibatasi dengan kapasitas kelas. Materi pelajaran dapat diketengahkan dengan kualitas yang lebih standar dibandingkan kelas konvensional yang tergantung pada kondisi dari pengajar.

  • Pembelajaran formal vs. informal

E-Learning bisa mencakup pembelajaran secara formal maupun informal. E-Learning secara formal, misalnya adalah pembelajaran dengan kurikulum, silabus, mata pelajaran dan tes yang telah diatur dan disusun berdasarkan jadwal yang telah disepakati pihak-pihak terkait (pengelola e-Learning dan pembelajar sendiri). Pembelajaran seperti ini biasanya tingkat interaksinya tinggi dan diwajibkan oleh perusahaan pada karyawannya, atau pembelajaran jarak jauh yang dikelola oleh universitas dan perusahaan-perusahaan (biasanya perusahan konsultan) yang memang bergerak di bidang penyediaan jasa e-Learning untuk umum. E-Learning bisa juga dilakukan secara informal dengan interaksi yang lebih sederhana, misalnya melalui sarana mailing list, e-newsletter atau website pribadi, organisasi dan perusahaan yang ingin mensosialisasikan jasa, program, pengetahuan atau keterampilan tertentu pada masyarakat luas (biasanya tanpa memungut biaya).

  • Pembelajaran yang ditunjang oleh para ahli di bidang masing-masing.

Walaupun sepertinya e-Learning diberikan hanya melalui perangkat komputer, e-Learning ternyata disiapkan, ditunjang, dikelola oleh tim yang terdiri dari para ahli di bidang masing-masing, yaitu:

  1. Subject Matter Expert (SME) atau nara sumber dari pelatihan yang disampaikan
  2. Instructional Designer (ID), bertugas untuk secara sistematis mendesain materi dari SME menjadi materi e-Learning dengan memasukkan unsur metode pengajaran agar materi menjadi lebih interaktif, lebih mudah dan lebih menarik untuk dipelajari
  3. Graphic Designer (GD), mengubah materi text menjadi bentuk grafis dengan gambar, warna, dan layout yang enak dipandang, efektif dan menarik untuk dipelajari
  4. Ahli bidang Learning Management System (LMS). Mengelola sistem di website yang mengatur lalu lintas interaksi antara instruktur dengan siswa, antarsiswa dengan siswa lainnya.

Di sini, pembelajar bisa melihat modul-modul yang ditawarkan, bisa mengambil tugas-tugas dan test-test yang harus dikerjakan, serta melihat jadwal diskusi secara maya dengan instruktur, nara sumber lain, dan pembelajar lain. Melalui LMS ini, siswa juga bisa melihat nilai tugas dan test serta peringkatnya berdasarkan nilai (tugas ataupun test) yang diperoleh.

E-Learning tidak diberikan semata-mata oleh mesin, tetapi seperti juga pembelajaran secara konvensional di kelas, e-Learning ditunjang oleh para ahli di berbagai bidang terkait.

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4

Plus Minus E-learning

Seperti Sebagaimana yang disebutkan di atas, e-learning telah mempersingkat waktu pembelajaran dan membuat biaya studi lebih ekonomis. E-learning mempermudah interaksi antara peserta didik dengan bahan/materi, peserta didik dengan dosen/guru/instruktur maupun sesama peserta didik. Peserta didik dapat saling berbagi informasi dan dapat mengakses bahan-bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang, dengan kondisi yang demikian itu peserta didik dapat lebih memantapkan penguasaannya terhadap materi pembelajaran.

Dalam e-learning, faktor kehadiran guru atau pengajar otomatis menjadi berkurang atau bahkan tidak ada. Hal ini disebabkan karena yang mengambil peran guru adalah komputer dan panduan-panduan elektronik yang dirancang oleh "contents writer", designer e-learning dan pemrogram komputer.

Dengan adanya e-learning para guru/dosen/instruktur akan lebih mudah :

  1. melakukan pemutakhiran bahan-bahan belajar yang menjadi tanggung jawabnya sesuai dengan tuntutan perkembangan keilmuan yang mutakhir
  2. mengembangkan diri atau melakukan penelitian guna meningkatkan wawasannya
  3. mengontrol kegiatan belajar peserta didik.

Kehadiran guru sebagai makhluk yang hidup yang dapat berinteraksi secara langsung dengan para murid telah menghilang dari ruang-ruang elektronik e-learning ini. Inilah yang menjadi ciri khas dari kekurangan e-learning yang tidak bagus. Sebagaimana asal kata dari e-learning yang terdiri dari e (elektronik) dan learning (belajar), maka sistem ini mempunyai kelebihan dan kekurangan.

Sejarah dan Perkembangan E-learning

E-pembelajaran atau pembelajaran elektronik pertama kali diperkenalkan oleh universitas Illinois di Urbana-Champaign dengan menggunakan sistem instruksi berbasis komputer (computer-assisted instruction ) dan komputer bernama PLATO. Sejak itu, perkembangan E-learning dari masa ke masa adalah sebagai berikut:

(1) Tahun 1990 : Era CBT (Computer-Based Training) di mana mulai bermunculan aplikasi e-learning yang berjalan dalam PC standlone ataupun berbentuk kemasan CD-ROM. Isi materi dalam bentuk tulisan maupun multimedia (Video dan AUDIO) DALAM FORMAT mov, mpeg-1, atau avi.

(2) Tahun 1994 : Seiring dengan diterimanya CBT oleh masyarakat sejak tahun 1994 CBT muncul dalam bentuk paket-paket yang lebih menarik dan diproduksi secara massal.

(3) Tahun 1997 : LMS (Learning Management System). Seiring dengan perkembangan teknologi internet, masyarakat di dunia mulai terkoneksi dengan internet. Kebutuhan akan informasi yang dapat diperoleh dengan cepat mulai dirasakan sebagai kebutuhan mutlak , dan jarak serta lokasi bukanlah halangan lagi. Dari sinilah muncul LMS. Perkembangan LMS yang makin pesat membuat pemikiran baru untuk mengatasi masalah interoperability antar LMS yang satu dengan lainnya secara standar. Bentuk standar yang muncul misalnya standar yang dikeluarkan oleh AICC (Airline Industry CBT Commettee), IMS, SCORM, IEEE LOM, ARIADNE, dsb.

(4) Tahun 1999 sebagai tahun Aplikasi E-learning berbasis Web. Perkembangan LMS menuju aplikasi e-learning berbasis Web berkembang secara total, baik untuk pembelajar (learner) maupun administrasi belajar mengajarnya. LMS mulai digabungkan dengan situs-situs informasi, majalah, dan surat kabar. Isinya juga semakin kaya dengan perpaduan multimedia , video streaming, serta penampilan interaktif dalam berbagai pilihan format data yang lebih standar, dan berukuran kecil.

http://elearning.gunadarma.ac.id/index.php?option=com_content&task=view&id=13&Itemid=39

http://id.wikipedia.org/wiki/Pembelajaran_elektronik




Senin, 17 Oktober 2011

Hobi


Nonton dvd merupakan hal yang paling menyenangkan saat mengisi waktu luang. saat libur kuliah saya lebih memilih nonton dvd di rumah dibanding pergi nongkrong-nongkrong yang jelas. Banyak film yang sudah saya tonton dari film barat, indonesia dan korea. Banyak hal yang saya dapat dari menonton. Selain hiburan dengan menonton film kita dapat mengenal negeri orang. dari mulai bahasa, kebudayaan juga kebiasaan mereka. Menurut saya dengan menonton kita seperti berkeliling dunia. Banyak sekali film yang menjadi favourite saya dan idak bosen untuk menontonnya berulang kali, seperti harry potter, made of honor, endless love, banyak bgt dah pokoknya....

artis idola


Rio Dewanto (lahir 28 Agustus 1987; umur 24 tahun) adalah seorang pria yang berprofesi sebagai artis film dan artis sinetron di Indonesia yang juga mempunyai bakat menyanyi dan menggambar. Rio dikenal luas melalui peran-perannya dalam film televisi yang ditayangkan di salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia, di antaranya adalah Cucu Menantu dan Kasih dan Amara. Rio juga pernah terlibat sebagai figuran di film Ratu Kosmopolitan dan Pintu Terlarang. Dan di tahun 2011 Rio mendapatkan peran utama di sebuah film yang dikerjakan oleh Hanung Bramantyo yang berjudul Tanda Tanya.

Senin, 10 Oktober 2011

Tanggung Jawab Sosial PT.SEMEN GRESIK


Sebagai BUMN yang berada di lingkungan masyarakat PT Semen Gresik Bertanggung jawab dan komitmen Perseroan dalam bidang sosial bertujuan untuk menciptakan positive emotional relation dengan masyarakat secara berkesinambungan. Wilayah aktivitas CSR Perseroan dalam bidang sosial mencakup penyediaan sarana dan prasaranaumum (infrastructure development), keagamaan (Religius), pendidikan (education), kesejahteraan sosial, kesehatan (health improvement), penghijauan (Regreening), tanggap darurat bencana (disaster emergency response).

Sarana Umum. Bantuan pengembangan sarana & prasarana umum oleh Semen Gresik yang berasal dari dana penyisihan eks laba perusahaan sampai akhir tahun 2010 sebesar Rp. 3,06 milyar. Sedangkan yang berasal dari anggaran perusahaan yang telah dibiayakan (TJSL) sebesar Rp. 8,2 milyar.
Bantuan ini meliputi terealisasi rumah-rumah penduduk desa, rehabilitasi gedung sekola h, pembangunan peningkatan jalan desa, pembuatan saluran drainase, pemasangan instalasi dan penerangan di Kecamatan Glondong Gede, dan pembangunan hutan kota di wilayah Tuban.

Keagamaan. Bantuan pengembangan sarana & prasarana umum oleh Semen Gresik yang berasal dari dana penyisihan eks laba perusahaan sampai akhir tahun 2010 sebesar Rp. 3,06 milyar. Sedangkan yang berasal dari anggaran perusahaan yang telah dibiayakan (TJSL) sebesar Rp. 8,2 milyar.
Bantuan ini meliputi terealisasi rumah-rumah penduduk desa, rehabilitasi gedung sekola h, pembangunan peningkatan jalan desa, pembuatan saluran drainase, pemasangan instalasi dan penerangan di Kecamatan Glondong Gede, dan pembangunan hutan kota di wilayah Tuban.

Pendidikan. Bantuan pendidikan dan atau pelatihan yang disalurkan oleh Semen Gresik selama Tahun 2010 sebesar Rp. 18,4 milyar. Bantuan ini meliputi kegiatan pelatihan informasi teknologi, pelatihan dan pendampingan budi daya tanaman jarak, diklat teknisi sepeda motor, diklat guru-guru TPQ, diklat produksi kue bagi alumni ponpes. Termasuk juga pelatihan batik tulis Tuban, anyaman bambu, pelatihan menjahit dan pembuatan gerabah, kegiatan seminar pembelajaran agama, pengadaan peralatan & perlengkapan sekolah, bantuan siswa rawan putus sekolah, serta kegiatan pembagian beasiswa SG Peduli di Kabupaten Gresik dan Tuban.

Kesejahteraan Sosial. Secara umum usaha peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar oleh perusahaan adalah bersifat jangka panjang, namun ada juga yang bersifat jangka pendek misalnya karena adanya sebuah musibah atau bencana. Penyampaian bantuan yang disalurkan melalui kegiatan Bina Lingkungan berwujud, antara lain: bantuan bencana alam, bantuan pendidikan, bantuan kesehatan, bantuan prasarana & sarana umum, bantuan sarana ibadah, serta pelestarian alam.

Kesehatan Bantuan peningkatan kesehatan masyarakat oleh Semen Gresik yang berasal dari dana penyisihan eks laba perusahaan sampai akhir tahun 2010 terealisir sebesar Rp. 78,20 juta. Sedangkan yang berasal dari anggaran perusahaan yang telah dibiayakan (TJSL) sebesar Rp. 800 Juta. Bantuan ini meliputi kegiatan bakti sosial kesehatan bekerja sama dengan PDGI di kabupaten Tuban, bantuan penyemprotan dan pengasapan untuk mencegah wabah penyakit demam berdarah, pelayanan kesehatan di desa-desa kabupaten Tuban

Tanggap Darurat Bencana. Penderitaan para korban dari berbagai bencana yang terjadi di Indonesia merupakan landas pacu bagi Perseroan untuk semakin peduli dengan penderitaan sesama. Melalui aktivitas Tanggap Darurat Bencana, Perseroan hadir untuk dan bersama masyarakat korban bencana. Bantuan korban bencana alam yang disalurkan oleh Semen Gresik selama tahun 2010 berjumlah Rp. 186,5 Juta meliputi bencana alam Gunung merapi di Magelang dan gempa di Mentawai. Di samping menyalurkan bantuan dalam bentuk barang,juga mengirimkan tim relawan terdiri dari tenaga medis dan evakuasi.

Pelestarian Alam Bantuan pelestarian alam yang di salurkan oleh Semen Gresik selama tahun 2010 terealisir sebesar Rp 145 Juta meliputi bantuan bibit dan penanaman pohon untuk penghijauan di kabupaten Tuban, Gresik untuk bulan Januari s/d Desember 2010 telah di realisasikan sebesar Rp 172 Juta untuk bantuan penanaman pohon dan penghijauan. Selain itu SG juga Mendukung program penghijauan yang di canangkan pemerintah dengan menggunakan dana TSL Sebesar Rp 2,7 miliyar yang berupa pemberian bibit pepohonan jenis mahoni, trembesi,sangon,matoa dan jambu mente yang di peruntukan bagi penghijauan di beberapa wilayah kabupaten di Jawa Timur,kabupaten Rembang dan kabupaten Pati-Jawa Tengah

Visi

Menjadi perusahaan persemenan terkemuka di Asia Tenggara.


Misi

  • Memproduksi, memperdagangkan semen dan produk terkait lainnya yang berorientasikan kepuasan konsumen dengan menggunakan teknologi yang ramah lingkungan.
  • Mewujudkan manajemen perusahaan yang berstandar internasional dengan menjunjung tinggi etika bisnis, semangat kebersamaan, dan bertindak proaktif, efisien serta inovatif dalam setiap karya.
  • Memiliki keunggulan bersaing dalam pasar semen regional maupun internasional.
  • Memberdayakan dan mensinergikan unit-unit usaha strategik untuk meningkatkan nilai tambah secara berkesinambungan.
  • Memiliki komitmen terhadap peningkatan kesejahteraan pemangku kepentingan (stakeholders) terutama pemegang saham, karyawan dan masyarakat sekitar.

PT.SEMEN GRESIK

Sumber Daya Manusia

HUMAN RESOURCES DEVELOPMENT (HUMAN CAPITAL MASTER PLAN)

Mengantisipasi pertumbuhan dan pengembangan Perseroan yang mulai agresif dibeberapa tahun terakhir ini, Perseroan telah menyusun Human Capital Master Plan (HCMP) yang merupakan framework pengembangan secara bertahap HC Perseroan dalam periode lima tahun ke depan, guna menjamin tercapaianya visi Perseroan. Dalam HCMP tersebut, Perseroan telah menetapkan kebijakan-kebijakan mendasar dalam pengelolaan dan pengembagan SDM. Seluruh kebijakan yang disusun menyangkut pengembangan HC bermuara pada satu tujuan, Perseroan memiliki dan mengembangangkan HC dengan talenta terbaik untuk menjamin tercapainya visi dan misi Perusahaan.

HCMP Perseroan terdiri atas empat tahapan yang dilakukan secara berkelanjutan, yakni:

Tahap pertama, 2009 - 2010, setting human capital foundation, yakni penyusunan HCMP dan dimulainya transisi implementasi sistem dengan kegiatan penyelarasan sistem manajemen SDM dan optimalisasi framework aliran human capitaldi antara anggota group Perseroan.

Tahap kedua, pelaksanaan HCMP, 2011 - 2012, growth & strengthening. Perseroan melakukan penguatan human capital system dan percepatan peningkatan performance SDM secara berkesinambungan. Target tahap ini yaitu terjadinya akselerasi kemampuan dan kinerja SDM secara signifikan guna mendukung pencapaian tujuan Perseroan.

Tahap ketiga, 2013, excellent performance. Pada tahapan ini seluruh Human Capital System telah mencapai kondisi yang optimal dan berada pada derajat aligment yang tinggi untuk menunjukkan high performance system and culture.

Tahap keempat, 2014 dan seterusnya, pengelolaan HC Perseroan yang sejajar dengan pengelolaan HC perusahaan kelas dunia. Pada tahap ini, pengelolaan HC yang dilakukan Perseroan mampu membuat citra atau persepsi publik terhadap Perseroan berubah. Perseroan telah menjadi perusahaan kelas dunia dengan standar manajemen internasional, perusahaan pilihan dalam bisnis persemanan dan perusahaan pilihan para talenta terbaik yang berminat terjun di bidang persemenan.


TRAINING AND DEVELOPMENT

Salah satu fokus HCMP yaitu pelaksanaan program leadership developmentdengan tujuan menghasilkan pemimpin yang memiliki kapabilitas kepemimpinan yang mumpuni, baik dari aspek teknis, kepemimpinan, maupun business acumen di semua jenjang baik struktural maupun dan fungsional organisasi. Pemimpin di Perseroan diupayakan memiliki kompetensi inti dan elemen kepemimpinan. Kompetensi inti terdiri dari teamwork, continuous learning, berorientasi melayani, profesional. Sedangkan elemen kepemimpinan berupa adaptibility, problem solving, change leadership, planning organizing, dan developing people.

Perseroan juga melakukan penguatan budaya perusahaan yang didasarkan padaperformance based culture. Perilaku unggul dirangkum sebagai kompetensi inti, kemudian digabungkan dengan kompetensi teknis yang dipergunakan sebagai dasar pengembangan kompetensi pegawai.

KNOWLEDGE MANAGEMENT

Perseroan mulai melaksanakan kegiatan knowledge management dengan tujuan mengelola pengetahuan yang merupakan aset bernilai tinggi di Perseroan sebagai sarana untuk meningkatkan keunggulan HC Perseroan. Tergolong dalam kegiatan ini yaitu knowledge sharing, mentoring, bedah buku dan kegiatan lain terkait dengan pengetahuan individu maupun kelompok. Kegiatan knowledge management diharapkan semakin memperkuat kemampuan human capital Perseroan termasuk dalam melakukan rancang bangun fasilitas produksi yang telah menjadi salah satu kompetensi inti Perseroan. Kegiatan ini sangat mendukung pelaksanaan learning process, inter-group rotation, job opportunity, maupun career planning pegawai Perseroan.

MANAJEMEN KINERJA DAN SISTEM REMUNERASI

Peningkatan kompetensi SDM kemudian diimbangi dengan pemberian kesempatan untuk berkembang bersama Perseroan serta pemberian paket remunerasi yang kompetitif. Proses ini melibatkan seluruh kegiatan yang berkaitan dengan siklus manajemen kinerja, mulai dari penyusunan rencana, performance review secara kontinyu dan penilaian kinerja di akhir tahun.

Di tahun 2009, Perseroan mulai mengimplementasikan "Balance Scorecard" sebagaitools dalam manajemen KPI guna menjamin akurasi, transparansi, dan obyektifitas penilaian kinerja.

Hasil evaluasi akan digunakan untuk mendapatkan feedback bagi pengembangan SDM bersangkutan dan memberikan penghargaan untuk yang mencapai atau melebihi target KPI. Bagi yang tidak mencapai ukuran kinerja yang ditetapkan, dilakukan pembinaan.


SUMBER : http://www.semengresik.com/ina/perusahaanSDM.aspx