Kamis, 01 April 2010

PROSES PEMBUATAN MYOB

PROSES PEMBUATAN MYOB

PROSES PEMBUATAN MYOB

Kita akan membuat sebuah alur atau proses pengguanaan aplikasi myob untuk memebuat sebuah laporan keuangan pada sebuah peruasahaan. Untuk laporan kali ini kita akan mengguanakan myob dengan versi 8 ( delapan). Hal yang pertama akan kita lakukan adalah memebuka aplikasi myob dan akan muncul tampilan seperti di bawah ini. Pada tampilan di bawah ini memiliki banyak pilihan,yaitu open, create,explore,what’s new, dan exit. Pilihan yang akan kita plih untuk membuat sebuah laporan keuanagan adalah create new company file yang memiliki fungsi untuk memebuat baru daftar accounts yang ingin kita buat.

Pada tahap selanjutnya hal yang akan kita lakukan setelah kita memilih create maka kan muncul tampilan seperti dibawah ini. Pada tahap ini hal yang akan kita lakukan adalahmemilih next untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya.

Setelah kita memilih next pada tahapan sebelumnya maka akan muncul seperti tampilan di bawah ini. Tampilan di bawah ini merupakan taha[an mengenai company information atau informasi mengenai perusahan yang sedang kita tangani yang berisikan alamat sampai nomor telepon. Dan hal yang harus kita lakukan pada tahapan ini adalah memasukkan semua daftar mengenai prusahaan tersebut lalu dilanjutkan dengan memilih next.

Setelah kita memilih next maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini atau tampilan selanjutnya,yaitu tahap accounting information. Pada tahapa ini hal yang harus kita lakukan adalah memasukkan cirrent financial year,last month of financial year,conversioan month dan number of accounting periods. Dan setelah kita selesai mengisi semua daftar teersebut kita lanjutkan dengan memillih next untuk ke tahap selanjutnya.

.

Kemudian kita memasuki tahap selanjutnya setelah kita memilih next. Tahap ini masih dalam tahap accounting information, yang berisikan pemberitahuan mangenai informasi yang kita isikan pada tahap sebelumnya. Pada thap ini terdapat tiga pilihan,yaitu cancel,back,dan next. Apabila terjadi kesalah pengisian pada tahap sebelumnya kita dapat memilih back atau pabila kita sudah merasa yakin pada yang kita isikan maka kita lanjutkan ke tahap berikutnya dengan memilih next.

Setelah kita memilih next maka kta akan masuk pada tahap selanjutnyaseperti tampilan di bawah ini. Tahap ini merupakan tahap yang berada dalam account list di mana dalan tahap ini terdapat tiga buah pilihan,yaitu:

  1. i would like to start one of the list provoded by myob premier.
  2. i would like to import a list of account provided by my accountant aft i’m done creating my company file.
  3. i would like to build my own accounts list once i begin using myob premier.

Pada tahap yang memiliki tiga pilihan ini hal yang selanjutnya akan kta lakukan adalah memilih pilihan ketiga (3) untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.

Setelah kita memilih pilihan yang ketiga (3) pada tahap sebelumnya maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini. Tahap ini meruapakan tahap company file. Pada tahap ini kita diminta untuk membuat atau menyimpan file perusahaan terlebih dahulu. Apabila kita ingin mengganti nama atau suatu bagian dari file prusahaan maka kita dapat memilih change yang dilanjutkan dengan mengatur tempat sesuai keperluan yang kita inginkan. Setelah kita selesai dngan semua itu kita lanjutkan dengan memilih next untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.

Tampilan seperti di bawah ini merupakan tampilan yang akanmuncul jika kita memilih change. Banyak pilihan pada tahap ini dan kita dapat memilih sesuai yamg kita perlukan. Dan setelah kita selasai memilih pilihan sesuai yang kita perlukan kita lanjutkan dengan memilih save untuk menyimpan semua yang kita perlukan tersebut.

Kita memasuki tahap selanjutnya yang mana tahap ini merupakan tahap conclusion. Tashap ini merupakan tahap akhir untuk untuk melakukan pengenalan pada perusahaan yang sedang kita tangani. Selanjutnya hal yang akan kita lakukan adalah masuk ke dalam pembuatan daftar accounts yang dilanjutkan dengan memilih command centre untuk memulai dan memilih cancel untuk mengakhiri.

Setelah kita selesai dengan tahap sebelumnya maka kita akan masuk ke dalam tahap selanjutnya. Pada tahp ini memiliki banyak pilihan,yaitu accounts,banking.sales,timebiling,purchases,inventory,dan card file. Pada tahp ini kita diminta utuk memilih accounts. Pada accounts ini memiliki tiga pilihan,yaitu accounts list,record jurnal entry,dan transaction journal. Dan pilihan yang akan lita pilih adalah accounts list.

Setelah kita memilih accounts list maka kita akan masuk ke dalam daftar accounts yang belum diubah dari bentuk aslinya. Tampilan di bawah ini merupakan tampilan gambar daftar accounts yang belum di ubah

Kemudian kita lanjutkan dengan memilih pilihan lainnya. Pada tahap ini kita diminta untuk memilih card file yang mana dalam card file tersebut terdapat beberapa pilihan yang dapat kita pilih sesuia kebutuhan yang kita perluakan. Kemudian pilhan yang aka kita pilih adalah card list.

Setelah kita memilih card list maka akan muncul tampilah seperti di bawah ini. Dan yang kita lakukan adalah dengan memilih list lalu dilanjutka dengan memilih all cards pada card list. Sedangkan pada list kita lanjutkan dengan memilih tax codes.

Setelah kita memilih tax code list maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini. Dan hal selanjutnya akan kita lakukan adalah mengubah code,description,type,dan rate sesuai yang kita inginkan dengan mengklik edit atau mengklik dua kali pada bagian yang kita ingin lakukan perubahan.

Selanjutnya kita masuk ke tahap card informasi yang berisi informasi pada sebuah usaha yang sedang kita buat laporannya. Pada tahap ini kita memilih profile yang berisi daftar mengenai perusahan atau pada contoh laporan ini kita menggunakan nama toko yang mana dalam laporan ini toko tersebut bernamakan toko alfa dengan memiliki card id sama dengan c01.

Setelah tahap di atas selesai kita lanjutkan dengan memilih selling details yang masih terdapat dalam card information. Pada tahap ini kita diminta untuk mengganti rate sesuai dengan laporan yang kita inginkan. Setelah selasai kita klik ok.

Selanjutnya kita masuk ke tahap card informasi yang berisi informasi pada sebuah usaha yang sedang kita buat laporannya. Pada tahap ini kita memilih profile kembali yang berisi daftar mengenai perusahan atau pada contoh laporan ini kita menggunakan nama toko yang mana dalam laporan ini toko tersebut bernamakan toko beta dengan memiliki card id sama dengan c02.

Setelah tahap di atas selesai kita lanjutkan dengan memilih selling details yang masih terdapat dalam card information. Pada tahap ini kita diminta untuk mengganti rate sesuai dengan laporan yang kita inginkan. Setelah selasai kita klik ok.

Selanjutnya kita masuk ke tahap card informasi yang berisi informasi pada sebuah usaha yang sedang kita buat laporannya. Pada tahap ini kita memilih profile kembali yang berisi daftar mengenai perusahan atau pada contoh laporan ini name dalam daftar akan kita isikan dengan kata tunai sesuai dengan laporan yang diminta dengan card id sama denag c03.

Kemudian kita kembali ke perintah card list tetapi dengan pilihan yang berbeda. Pada tahap ini kita akan memilih customer untuk melihat hasil dari daftar yang telah kita isikan sebelumnya.

Selanjutnya kita masuk ke tahap card informasi yang berisi informasi pada sebuah usaha yang sedang kita buat laporannya. Pada tahap ini kita memilih profile kembali yang berisi daftar mengenai perusahan atau pada contoh laporan ini kita menggunakan nama perusahaan yang mana dalam laporan ini toko tersebut bernamakan PT.MAKMUR dengan memiliki card id sama dengan v01.

Setelah tahap di atas selesai kita lanjutkan dengan memilih buying details yang masih terdapat dalam card information. Pada tahap ini kita diminta untuk mengganti rate sesuai dengan laporan yang kita inginkan. Setelah selasai kita klik ok.

Selanjutnya kita masuk ke tahap card informasi yang berisi informasi pada sebuah usaha yang sedang kita buat laporannya. Pada tahap ini kita memilih profile kembali yang berisi daftar mengenai perusahan atau pada contoh laporan ini kita menggunakan nama perusahaan yang mana dalam laporan ini toko tersebut bernamakan PT.JAYA dengan memiliki card id sama dengan v02.

Setelah tahap di atas selesai kita lanjutkan dengan memilih buying details yang masih terdapat dalam card information. Pada tahap ini kita diminta untuk mengganti rate sesuai dengan laporan yang kita inginkan. Setelah selasai kita klik ok.

Selanjutnya kita masuk ke tahap card informasi yang berisi informasi pada sebuah usaha yang sedang kita buat laporannya. Pada tahap ini kita memilih profile kembali yang berisi daftar mengenai perusahan atau pada contoh laporan ini name dalam daftar akan kita isikan dengan kata tunai sesuai dengan laporan yang diminta dengan card id sama denag v03.

Kemudian kita kembali ke perintah card list tetapi dengan pilihan yang berbeda. Pada tahap ini kita akan memilih customer untuk melihat hasil dari daftar yang telah kita isikan sebelumnya.

Selanjutnya adalah kita akan memilih inventory dan dilanjutkan dengan memilih item information maka akan muncul tampilan seperti di samping ini yang mana kita selanjutnya yang kita pilih adalah profile. Dalam profile ini kita diminta untuk mengisi item number dan name.Setelah kita selesai melakukan pengisian sesuai dengan yang dibutuhkan maka dilanjutkan dengan ok.

.

Masih di dalam perintah inventory kemudian dilanjutkan dengan menilih item list yang dilanjutkan dengan memilih all items untuk melihat hasil dari daftar yang sebelumnya kita isikan pada item information. Kita dapat mengklik edit untuk merubah bagian yang menurut kita tidak sesuai.

Kemudian dilanjutkan dengan memilih pilihan adjust inventory maka akan muncul tampilan sperti di bawah ini. Pada tahap ini kita diminta untuk mengisi inentory journal number dan date lalu dilanjukan dengan ok.

Kemudian dilanjutkan dengan transaction journal yang masih merupakan bagia dari inventory. Tampilah di bawah ini merupakan tampilan asli sebelum kita masukan data sesuai yang dibutuhkan.

Kemudian dilanjutkan dengan transaction journal yang masih merupakan bagia dari inventory. Tampilah di bawah ini merupakan tampilan asli sesudah kita masukan data sesuai yang dibutuhkan.

SAMPLING

SAMPLING

Probability sampling adalah teknik sampling yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Teknik ini meliputi:
a. Sampling Acak Sederhana (Simple Random Sampling)
Dikatakan sederhana karena cara pengambilan sampel dari semua anggota populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. Cara demikian apabila anggota populasi dianggap homogen.

b. Sampling Sistematik
Sampling sistematik biasanya digunakan dalam traffic survey atau marketing research. Ada beberapa peneliti menganggap sampling sistematik bukan merupakan sampling acak, padahal sampling sistematik merupakan sampling acak karena pemilihan pertama (menggunakan random start) dilakukan secara acak. Beberapa peneliti menyebut sampling sistematik sebagai Quasi random sampling atau Pseudo random sampling.

c. Sampling Acak Stratifikasi (Proportionate Stratified Random Sampling)
Teknik ini digunakan apabila populasi memiliki anggota atau unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional.

d. Sampling Acak Tak Berstrata (Disproportionate Stratified Random Sampling)
Teknik ini digunakan untuk menentukan jumlah sampel, bila populasi berstrata tapi kurang proporsional.

e. Sampling Klaster (Cluster Sampling)
Teknik sampling ini digunakan untuk menentukan jumlah sampel jika obyek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas, missal penduduk dari suatu Negara.

Probability or Non Probability?

Ditulis oleh mrpendi di/pada Februari 13, 2008

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari sampel, dimungkinkan untuk melakukan ekplorasi lebih lanjut tentang karakteristik dari populasi yang menjadi tujuan observasi. Dalam hal ini, kedalaman informasi yang dapat digali terkait erat dengan skala pengukuran dari data yang terkumpul. Meskipun demikian, belum dikemukakan bagaimana caranya mengambil sampel dari populasi, dan juga tipe-tipe sampling yang mungkin dipakai dalam mengambil sampel.

Secara garis besar, metode penarikan sampel dapat dipilah menjadi dua bagian, yaitu pemilihan sampel dari populasi secara acak (random atau probability sampling) dan pemilihan sampel dari populasi secara tidak acak (nonrandom atau nonprobability sampling).

Dalam probability sampling, pemilihan sampel tidak dilakukan secara subjektif, dalam arti sampel yang terpilih tidak didasarkan semata-mata pada keinginan si peneliti sehingga setiap anggota populasi memiliki kesempatan yang sama (acak) untuk terpilih sebagai sampel. Dengan demikian diharapkan sampel yang terpilih dapat digunakan untuk mendug karakteristik populasi secara objektif. Di samping tiu, teori-teori probabilitas (peluang) yang dipake dalam probability sampling memungkinkan peneliti untuk mengetahui bias yang muncul dan sejauh mana bias yang muncul tersebut menyimpang dari perkiraan. Hasil perhitungan yang diperoleh dapat digunakan untuk menyimpulkan variasi-variasi yang mungkin ditimbulkan oleh tiap-tiap teknik sampling. Selain itu untuk dapat menggunakan probability sampling, kita membutuhkan kerangka sampel (sampling frame) yaitu suatu daftar dari unit-unit sampling dalam rangka untuk mendapatkan responden dengan peluang yang telah diketahui sebelumnya.

Non probability sampling (penarikan sampel secara tidak acak) dikembangkan untuk menjawab kesulitan yang ditimbulkan dalam menerapkan metode acak, terutama dalam kaitannya dengan pengurangan biaya dan permasalahan yang mungkin timbul dalam pembuatan kerangka sampel. Hal ini dapat dimungkinkan karena kerangka sampel tidak diperlukan dalam pengambilan sampel secara nonprobability. Sayangnya, ketepatan dari informasi yang dapat diperoleh juga akan terpengaruh. Hasil dari non-probability sampling ini seringkali mengandung bias dan ketidak-tentuan yang bias berakibat lebih buruk. Permasalahan yang muncul ini tidak dapat dihilangkan dengan hanya menambah ukuran sampelnya. Alasan inilah yang mengakibatkan keengganan para ahli statistic untuk menggunakan metode ini.

Meskipun disadari adanya kemungkinan bias dalam pemilihan sampel dengan cara ini, kenyataan menunjukkan bahwa nonprobability sampling seringkali menjadi alternative pilihan dengan pertimbangan yang terkait dengan penghematan biaya, waktu dan tenaga serta keterandalan subjektifitas peneliti. Di samping itu pertimbangan lainnya adalah walaupun probability sampling mungkin saja lebih unggul dalam teori, tetapi dalam pelaksanaannya seringkali dijumpai adanya beberapa kesalahan akibat kecerobohan dari si pelaksananya. Dalam penggunaan nonprobability sampling, pengetahuan, kepercayaan dan pengalaman seseorang seringkali dijadikan pertimbangan untuk menentukan anggota populasi yang akan dipilih sebagai sampel. Pengambilan sampel dengan memperhatikan factor-faktor tersebut menyebabkan tidak semua anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih secara acak sebagai sampel. Dalam prakteknya terkadang ada bagian tertentu dari populasi tidak dimasukkan dalam pemilihan sampel untuk mewakili populasi.

Dengan menggunakan nonprobability sampling, kita dapat mengemukakan berbagai macam kemungkinan untuk memilih objek-objek, individu-individu atau kasus-kasus yang akan dijadikan sampel. Kondisi ini tentu saja akan menciptakan kesempatan terjadinya bias dalam memilih sampel yang sebetulnya kurang representative. Di samping itu, dengan penarikan sampel secara tidak acak, kita tidak dapat membuat pernyataan peluang tentang populasi yang mendasarinya. Yang dapat kita lakukan hanyalah membuat pernyataan deskriptif tentang populasi. Meskipun dalam terapannya, nonprobability sampling seringkali terbukti efektif bila teknis pelaksanaan dan konsepnya tepat dan juga memberikan kemudahan-kemudahan yang tidak dijumpai dalam teknik probability sampling, perlu dicatat bahwa prosedur-prosedur nonprobability sampling sebaiknya jangan digunakan jika tujuan dari penarikan sampel adalah untuk menarik kesimpulan (inferensi atau menarik kesimpulan tentang populasi dari informasi yang terkandung dalam sampel). Nonprobability sampling harus digunakan hanya jika kita ingin membatasi penelitian kita pada pernyataan-pernyataan deskriptif tentang sampel dan tidak membuat pernyataan-pernyataan inferensia tentang populasi. Dari pengalaman penerapan nonprobability sampling, metode penarikan sampel ini relative tepat bila digunakan pada kondisi-kondisi sebagai berikut: tahapan eksplorasi dari suatu penelitian, pengujian awal suatu angket, berhadapan dengan populasi yang homogeny, minimnya pengetahuan peneliti dalam bidang statistika dan adanya tuntutan akan kemudahan dari aspek operasional.

Nonprobability sampling

Nonprobability sampling adalah teknik sampling yang memberi peluang atau kesempatan tidak sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Teknik sampling non peluang meliputi:

a. Sampling Kuota
Sampling kuota adalah teknik untuk menentukan sampel secara bebas dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan.

b. Sampling Aksidental
Sampling aksidental adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data.

c. Judgement Sampling
Cara pengambilan sampel, yang bersedia dipilih berdasarkan tujuan. Dipilih berdasarkan unit analisis seorang ahli

d. Purposive Sampling
Purposive sampling adalah teknik penentuan sampel untuk tujuan tertentu saja. Misalnya pada penelitian tentang disiplin pegawai, maka sampel yang dipilih adalah orang yang ahli dalam bidang kepegawaian saja.

e. Sampling Jenuh
Sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil.

f. Snowball Sampling
Snowball sampling adalah teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil, kemudian sampel ini disuruh memilih teman-temannya untuk dijadikan sampel. Begitu seterusnya, sehingga jumlah sampel semakin banyak.
Dalam Penelitian ini digunakan Metode Margono (2003) untuk penentuan jumlah sampel dan Purposive Sampling.

Populasi, Sampel Dan Teknik Sampling

Istilah populasi, sampel dan teknis sampling sering kali kita dengar, namun terkadang istilah-istilah ini ada yang tidak dipahami betul. Oleh karena itu, tulisan ini akan membahas mengenai populasi, sampel dan teknik sampling.

Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas; obyek/subyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.

Populasi bukan hanya orang, tetapi juga benda-benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada obyek/subyek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh obyek atau subyek tersebut. Bahkan satu orangpun dapat digunakan sebagai populasi, karena satu orang itu mempunyai berbagai karakteristik, misalnya gaya bicara, disiplin, pribadi, hobi, dan lain-lain.

Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Apabila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada populasi, hal ini dikarenakan adanya keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi tersebut. Apa yang dipelajari dari sampel itu, kesimpulannya akan diberlakukan untuk populasi. Oleh karena itu sampel yang akan diambil dari populasi harus betul-betul representatif (dapat mewakili).

Teknik Sampling adalah merupakan teknik pengambilan sampel. Terdapat berbagai teknik sampling untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian. Teknik sampling pada dasarnya dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu probability sampling dan non probability sampling.

Probability sampling adalah teknik sampling yang memberikan peluang/kesempatan yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Teknik ini meliputi simple random sampling, proportionate stratified random sampling, disproportinate statified random sampling dan cluster sampling (area sampling). Sedangkan non probability sampling adalah teknik yang tidak memberikan peluang/kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Teknik ini terdiri sampling sistematis, , sampling kuota, sampling aksidental, sampling purposive, sampling jenuh dan snowball sampling.

Menentukan ukuran sampel merupakan bagian dari teknik sampling, dimana jumlah anggota sampel sering dinyatakan dengan ukuran sampel. Jumlah sampel yang 100% mewakili populasi adalah sama dengan populasi. Makin besar jumlah sampel mendekati populasi, maka peluang keselahan generalisasi semakin kecil dan sebaliknya makin kecil jumlah sampel menjauhi populasi, maka makin besar kesalahan generalisasi (diberlakukan umum).

Terdapat dua rumus yang dapat digunakan untuk menghitung besarnya sampel yang diperlukan dalam penelitian. Selain itu juga diberikan cara menentukan ukuran sampel yang sangat praktis yaitu dengan menggunakan tabel dan nomogram. Tabel yang digunakan adalah tabel Krejcie dan Nomogram Harry King. Dengan kedua cara tersebut tidak perlu dilakukan perhitungan yang rumit.

Untuk pengertian dan penjelasan lebih lanjut mengenai probability sampling, non probability sampling serta cara menentukan ukuran sampel akan dibahas pada tulisan khusus mengenai Teknik Pengambilan Sampling.

1. PENGERTIAN LARIK

Larik adalah kumpulan dari nilai-nilai data bertipe sama dalam urutan tertentu yang meggunakan sebuah nama yang sama. Nilai-nilai data di suatu larik disebut dengan elemen-elemen larik. Letak urutan dari suatu elemen larik ditunjukan oleh suatu subscript atau suatu index. Larik dapat berdimensi satu,dua,tiga,atau lebih.

2. DEKLARASI LARIK

Suatu larik dapat dideklarasikan dengan menyebutkan jumlah dari elemennya yang ditulis diantara tanda “[ ]”. Misalkan deklarasi larik sebagai berikut: int Y [3]:

Menunjukan suatu larik dimensi satu dengan nama Y dideklarasikan dengan tipe integer yang memiliki 3 buah elemen.

3. BEDA LARIK DENGAN VARIABEL BIASA

Perbedaan utama antara larik dengan variable biasa adakah sebuah larik dapat mempunyai sejumlah nilai,sedangkan sebuah variable biasa hanya dihubungkan dengan sebuah nilai saja.

4. INISIALISASI LARIK TIDAK BERUKURAN

Pada waktu mendeklarasikan suatu larik dengan memberikan nilai-nilai elemen awalnya,jumlah dari elemen larik yang ditulis diantara tanda “[ ]” dapat tidak dituliskan. Larik ini disebut dengan larik yang tidak berukuran. Untuk larik ini,bahasa C akan segera otomatis mmenentukan ukuran (jumlah elemen dari lariknya) tergantung dari jumlah nilai-nilai elemennya yang diberikan sewaktu deklarasi.

5. LARIK DIMENSI DUA

Larik dimensi dua mewakili bentuk suatu matrik atau table.

6.LARIK STRING

Ternyata bahwa bahasa C tida menyediakan tipe data khusus untuk nilai string. Akan tetapi,nilai suatu string dapat dibentuk dari larik karakter berdimensi satu. Dengan cara yang sama,berarti larik string dimensi satu dapat dibentuk dari larik karakter dimensi dua dan seterusnya.

Hubungan Antara Nilai String dan Nilai Karakter

String Karakter

Nilai string tunggal

Larik string dimensi satu

Larik string dimensi dua

Larik string dimensi N

Larik karakter dimensi satu

Larik karakter dimensi dua

Larik karakter dimensi tiga

Larik karakter dimensi N+1

7. INISIALISASI LARIK STRING TAK BERUKURAN

Pada larik-larik string sering terdapat perbedaan panjang dai nilai-nilai stringnya satu dengan yang lainnya tidak sama,sehingga menyebabkan jika dideklarasikan dengan panjang maksimumnya maka akan memboroskan tempat memori. Dan untuk menyelesaikan masalah tersebut maka inisialisasi larik tak berukuran dapat digunakan.

Selasa, 15 Desember 2009

TUGAS nih...

PENGERTIAN IPTV


Standar definisi yang digunakan sampai sekarang adalah berdasarkan international telecommunication union focus group on iptv dan pengertian iptv adalah layanan multimedia seperti TELEVISI,RADIO dan sebagainya

Open source



Sumber terbuka adalah sistem pengembangan yang tidak dikoordinasi oleh suatu individu / lembaga pusat, tetapi oleh para pelaku yang bekerja sama dengan memanfaatkan kode sumber (source-code) yang tersebar dan tersedia bebas (biasanya menggunakan fasilitas komunikasi internet). Pola pengembangan ini mengambil model ala bazaar, sehingga pola Open Source ini memiliki ciri bagi komunitasnya yaitu adanya dorongan yang bersumber dari budaya memberi, yang artinya ketika suatu komunitas menggunakan sebuah program Open Source dan telah menerima sebuah manfaat kemudian akan termotivasi untuk menimbulkan sebuah pertanyaan apa yang bisa pengguna berikan balik kepada orang banyak.

Pola Open Source lahir karena kebebasan berkarya, tanpa intervensi berpikir dan mengungkapkan apa yang diinginkan dengan menggunakan pengetahuan dan produk yang cocok. Kebebasan menjadi pertimbangan utama ketika dilepas ke publik. Komunitas yang lain mendapat kebebasan untuk belajar, mengutak-ngatik, merevisi ulang, membenarkan ataupun bahkan menyalahkan, tetapi kebebasan ini juga datang bersama dengan tanggung jawab, bukan bebas tanpa tanggung jawab.



Perangkat lunak sumber terbuka adalah jenis perangkat lunak yang kode sumber-nya terbuka untuk dipelajari, diubah, ditingkatkan dan disebarluaskan. Karena sifat ini, umumnya pengembangannya dilakukan oleh satu paguyuban terbuka yang bertujuan mengembangkan perangkat lunak bersangkutan. Anggota-anggota paguyuban itu seringkali sukarela tapi bisa juga pegawai suatu perusahaan yang dibayar untuk membantu pengembangan perangkat lunak itu. Produk perangkat lunak yang dihasilkan ini biasanya bersifat bebas dengan tetap menganut kaidah dan etika tertentu.

Semua perangkat lunak bebas adalah perangkat lunak sumber terbuka, tapi sebaliknya perangkat lunak sumber terbuka belum tentu perangkat lunak bebas, tergantung kaidah yang dipakai dalam melisensikan perangkat lunak sumber terbuka tersebut.


Perbedaan perangkat lunak sumber terbuka dengan perangkat lunak gratis

Serupa dengan perangkat lunak gratis, perangkat lunak sumber terbuka merupakan perangkat lunak yang juga dapat diperoleh dan didistribusikan secara bebas. Berbeda halnya dengan perangkat lunak gratis yang belum tentu boleh dilihat kode aslinya, perangkat lunak sumber terbuka dapat dibaca kode-kode pemrograman sesuai aslinya. Kode pemrograman ini dapat juga diubah, dimodifikasi dan dikembangkan sendiri oleh kita dengan tetap memperhatikan kaidah yang berlaku sesuai dengan lisensi perangkat lunak tersebut.

Sebagai contoh untuk memahami perbedaan antara kedua jenis perangkat ini dapat diilustrasikan misalnya perusahaan Microsoft pada suatu saat menjadikan salah satu produknya menjadi perangkat lunak gratis. Hal ini berarti siapapun dapat mendapatkannya secara gratis. Akan tetapi anda tidak diperkenankan untuk kemudian memodifikasi dan mengembangkan produk perangkat lunak tersebut.

Dapat disimpulkan, perangkat lunak sumber terbuka sudah pasti merupakan perangkat lunak gratis, namun sebaliknya perangkat lunak gratis belum tentu merupakan perangkat lunak sumber terbuka.


Gerakan perangkat lunak bebas

Perangkat lunak bebas (Inggris: free software movement) adalah sebuah gerakan sosial yang bertujuan untuk memberikan kebebasan kepada pengguna komputer dengan mengganti perangkat lunak tak bebas yang bersifat membatasi hak-hak pengguna dengan perangkat lunak bebas. [1] Dalam konteks gerakan sosial, gerakan ini diklasifikasikan dalam gerakan sosial baru. Gerakan ini dimulai pada tahun 1983 ketika Richard Stallman meluncurkan Proyek GNU.[2] Para anggota gerakan ini percaya bahwa semua pengguna perangkat lunak harus mendapatkan kebebasan seperti yang tercantum dalam definisi perangkat lunak bebas. Banyak juga yang beranggapan bahwa adalah tidak bermoral untuk melarang atau mencegah orang untuk mendapatkan kebebasan yang dibutuhkan untuk menciptakan masyarakat dimana para anggotanya saling membantu satu sama lain, dan untuk mendapatkan kontrol atas komputernya.[3]